Oleh : Tim Pengelola Website Perpustakaan Unhan RI
Apa sih Pengertian Kartu RFID?
Kartu RFID adalah kartu yang telah ditanam label atau tag RFID. Label atau tag RFID sendiri merupakan kependekan dari Radio Frequency Identtification yaitu sebuah teknologi untuk mengidentifikasi suatu informasi menggunakan gelombang radio atau gelombang elektromagnetik.
Fungsi Kartu Radio Frequency Identification
Fungsi kartu ini sangat banyak, salah satunya adalah untuk menyimpan suatu data penting. Untuk membaca data yang telah disimpan pada kartu tersebut diperlukan sebuah mesin pembaca kartu ini.
Membaca namanya mungkin Anda berpikir bahwa kartu Radio frequency identification merupakan kartu yang sangat canggih. Anda mungkin bertanya-tanya apakah di Indonesia kartu ini sudah ada?
Kartu Radio frequency identification sudah lama masuk ke Indonesia dan sebenarnya bisa Anda temukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Jika Anda menggunakan e-money, tol elektronik, tiket kereta maupun busway elektronik hingga menggunakan kunci pintu elektronik maka sebenarnya Anda tengah menggunakan kartu Radio frequency identification.
Berbeda dengan kartu magentik yang difungsikan sebagai kartu ATM, debit maupun kredit Kartu Radio frequency identification tidak memerlukan password kecuali untuk kunci pintu elektronik sementara kartu magnetik memerlukan password.
Oleh karena itu, untuk membaca data pada kartu ini, bagian kartu yang terdapat tag elektromagnetiknya cukup ditempelkan pada scanner, tidak perlu digesek seperti kartu magnetik.
Penggunaannya yang tidak memerlukan password tersebut mengharuskan para penggunanya untuk lebih berhati-hati dalam menyimpan ID Card RFID karena siapapun bisa mengakses data pada kartu tersebut asal ada mesin, apalagi jika kartu tersebut merupakan e-money.
Jenis Kartu RFID
Kartu RFID dibagi dalam beberapa jenis yaitu:
1. Kartu Proximity
Kartu proximity sebenarnya sama dengan RFID, bedanya kartu ini hanya memiliki akses untuk dibaca. Jadi, ketika kartu ini pertamakali diisi data oleh seseorang kemudian orang tersebut memberikannya kepada orang lain, maka orang kedua yang menerima kartu ini hanya bisa membaca data pada kartu ini, tidak bisa mengubah data.
Contoh penggunaan kartu ini adalah pada kunci pintu elektronik. Karu proximity merupakan ID Card RFID 125 khz artinya kartu dan alat pembacanya bekerja pada frekunsi 125 Khz. Namun pada teknologi terbaru, kartu ini dapat bekerja pada frekuensi 13,56 Mhz.
2. Kartu Mifare
Mifare sebenarnya sebuah kartu Radio frequency identification yang bekerja pada frekuensi 13,56 Mhz. Kartu mifare ini banyak juga digunakan oleh perusahaan maupun instansi.
Contohnya dapat diaplikasikan sebagai ID card karyawan, kartu mahasiswa, kartu pelajar, karu perpustakaan, kartu parkir, tiket transportasi hingga kunci pintu hotel maupun apartemen.
Kartu mahasiswa umumnya masih menggunakan kartu biasa, yang terbuat dari plastik atau kertas, sehingga fungsinya dirasa kurang, karena hanya digunakan sebagai identitas saja. Penggunaan kartu Radio Frequency Identification sebagai kartu mahasiswa menawarkan banyak manfaat. Oleh karena itu, pada penelitian ini kartu Radio Frequency identification tersebut akan dimanfaatkan sebagai kartu mahasiswa yang bisa digunakan untuk melakukan absensi, login ke sistem informasi dan untuk keperluan lainnya, selain itu penelitian juga akan dilakukan pada sistem pembaca kartu tersebut. Perancangan sistem dibuat berdasarkan tahapan – tahapan pada model prototyping, diantaranya adalah pengumpulan kebutuhan, membangun prototype, mengkodekan sistem, pengujian dan evaluasi sistem. Perangkat yang dibutuhkan untuk merancang sistem pembaca kartu tersebut adalah Mifare RC522 yang digunakan sebagai pembaca kartu dan Arduino yang digunakan sebagai pengirim data dari Mifare ke komputer, sehingga data dari kartu tersebut dapat ditampilkan di komputer, kemudian dibutuhkan juga perangkat lunak yang digunakan untuk memprogram mikrokontroler dan membuat software interface untuk simulasi absensi, diantaranya adalah Arduino Integrated Development Environment sebagai aplikasi untuk membuat program mikrokontroler, kemudian Delphi digunakan sebagai aplikasi untuk membuat software interface untuk simulasi absensi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pembaca kartu dapat membaca nomor identitas pada kartu, selanjutnya nomor tersebut ditampilkan dan diproses pada software interface untuk melakukan simulasi absensi. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa kartu tidak dapat terbaca ketika kartu tersebut patah. Pengembangan untuk sistem pembaca kartu tersebut diharapkan dapat memudahkan mahasiswa dalam melakukan absensi, dan memberikan manfaat lebih untuk kartu mahasiswa.
Peran teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia saat ini semakin memainkan peran penting dan signifikan pada berbagai bidang [1]. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan kartu elektronik mulai banyak digunakan, dengan berbagai jenis kartu elektronik yang sudah ada, seperti Magnetic stripe card, chip card dan yang terbaru adalah contactless card, kartu ini menggunakan gelombang radio, cara kerja dari kartu ini cukup dengan mendekatkannya dengan perangkat pembacanya (RFID reader), kartu ini juga sering disebut sebagai RFID, salah satu penggunaan kartu ini adalah E–KTP.Perkembangan RFID merupakan penerus atau pengganti dari teknologi barcode, dengan keunggulan RFID yaitu dari cara pembacaannya tanpa melakukan kontak secara langsung sehingga proses pembacaan lebih cepat. Implementasi RFID ini efektif digunakan untuk instansi atau perusahaan yang memerlukan akurasi data dan kecepatan dalam identifikasi data.
RFID memungkinkan juga digunakan sebagai kartu mahasiswa, hal ini dapat memberikan manfaat lebih dibandingkan kartu mahasiswa yang terbuat dari plastik biasa, salah satu penggunaannya yaitu dengan menggunakannya sebagai kartu untuk login ke sistem informasi mahasiswa dan absensi mahasiswa. Sistem informasi mahasiswa memuat data – data mahasiswa, berupa nilai IPK, nilai absensi, data tunggakan, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan RFID sebagai media untuk login, keuntungan yang bisa didapatkan adalah proses login nya yang cepat, karena tidak perlu mengetik username dan password, dan akan lebih aman, karena jika hanya menggunakan username dan password saja, bisa jadi orang lain juga mengetahuinya. Selain itu RFID bisa juga dimanfaatkan sebagai kartu absensi pada mahasiswa, karena sistem pembacaan yang cepat tersebut sehingga mempercepat waktu pengabsenan. Dari uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Perancangan
Sistem Pembaca Kartu Mahasiswa Berbasis Radio frequency Identification”.
Evaluasi Sistem
Dari pengujian yang telah dilakukan terdapat beberapa kekurangan mulai dari sistem perangkat lunak dan perangkat kerasnya. Kekurangan – kekurangan yang harus diperbaiki adalah sebagai berikut : 1. Sistem pembaca kartu RFID dapat bekerja dengan baik, dimana sistem tersebut dapat membaca
ID pada kartu dan dapat ditampilkan pada software interface. 2. Tidak disediakan database pada software interface. 3. Ketika kartu RFID patah, maka kartu tersebut tidak bisa dibaca oleh sistem. 4. Memori yang terdapat pada kartu RFID tag tidak digunakan secara optimal yang sebenarnya
bisa dimanfaatkan untuk menyimpan informasi mengenai pemilik kartu.
KESIMPULAN/RINGKASAN
Berdasarkan pengujian yang dilakukan pada RFID sebagai kartu mahasiswa untuk absensi dan login sistem informasi, dapat disimpulkan bahwa :
1. Simulasi kartu RFID sebagai kartu mahasiswa untuk melakukan absensi dan login sistem informasi, sudah berfungsi dengan menggunakan Software simulasi yang telah dibuat.
2. ID pada tag RFID dapat terbaca dan dapat ditampilkan oleh Arduino.
RFID : Teknologi Pada Kartu Perpustakaan
Tahukah kamu? Bahwa kartu keanggotaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sudah menggunakan teknologi RFID? Dan, apakah RFID?
Dikutip dari sis.binus.ac.id RFID (Radio Frequency Identification) adalah sebuah teknologi yang menggunakan komunikasi via gelombang elektromagnetik untuk merubah data antara terminal dengan suatu objek seperti produk barang, hewan, ataupun manusia dengan tujuan untuk identifikasi dan penelusuran jejak melalui penggunaan suatu piranti yang bernama RFID tag.
Teknologi ini memudahkan kedua belah pihak, petugas perpustakaan dan anggota. Petugas dengan mudah mengetahui dan menyimpan data buku yang dipinjam, belum dikembalikan dan apabila ada anggota yang “nakal” meminjam buku tanpa izin akan ada alarm berbunyi. Anggota juga dapat meminjam buku tanpa melalui prosedur catat mencatat, cukup dengan tap kartu anggota pada mesin. Nantinya, selain untuk pinjam-meminjam buku, untuk memasukki ruangan setiap lantainya, anggota diharuskan untuk tap kartu di pintu masuk. Dengan begitu, hanya anggotalah yang dapat masuk-keluar ruangan koleksi dan membaca.
Jangan khawatir, bagi kalian yang sudah menjadi anggota di saat Perpusnas masih di Salemba, selama kartu anggota kalian masih aktif, tidak perlu upgrade ujar Yoyo selaku bagian informasi Perpusnas(4/11). Membuat kartu anggota pun tidak sulit, cukup mengisi data diri dikomputer yang sudah tersedia. Kemudian, setelah selesai mengisi data, akan mendapat nomer antrian. Calon anggota tinggal menunggu nomer antrian dipanggil petugas dan foto serta mencetak kartu.
Kendala yang dihadapi saat ini adalah jumlah petugas dan jumlah pengunjung yang tidak sebanding. Sehingga, jumlah antrian menjadi panjang, kemudian pengunjung yang membutuhkan bantuan saat mengisi data diri harus menunggu beberapa waktu. “Saya senang bisa daftar online gini, tempatnya juga udah adem, tapi kalau bisa online ya online aja, jangan pakai antri-antri juga” ujar Rubi salah satu pengunjung. Diharapkan, awal tahun 2018 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sudah dapat beroperasi secara maksimal.
UPT. Perpustakaan Unhan RI membuat kartu Anggota Perpustakaan Unhan RI menggunakan Kartu RFID
Pada tanggal 09 September 2021 UPT Perpustakaan Unhan RI membuat kartu Anggota Perpustakaan menggunakan kartu berbasis RFID
